The Great Wall Janjang Koto GadangAsli Indonesia

Diposting pada

The Great Wall Janjang Koto Gadang memang hampir mirip dengan yang ada di China. Dengan menaiki seribu anak tangga, pengunjung wisata akan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa indah. Tembok yang ada di Bukittinggi ini menghubungkan Ngarai Sianok dengan Koto Gadang.

ARTIKEL LAINNYA: Hosting Murah

Apakah benar-benar sama dengan The Great Wall yang ada di China? Sepintas jika kita lihat untuk arsitekturnya memang sama. Perbedaannya adalah The Great Wall asli Bukittinggi ini mempunyai ukuran lebih kecil daripada The Great Wallnya China. Tembok ini merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal dengan jam gadangnya.

Tembok ini dibangun dengan tujuan untuk memperlancar sektor perekonomian dan perjalanan dari Koto Gadang ke Ngarai Sianok, begitupun sebaliknya. Selain faktor tersebut, ternyata tembok ini juga dibangun untuk mengenang pahlawan dari Sumatera Barat yakni H. Agus Salim.

Ada banyak obyek wisata yang bangunan dan suasananya serasa berada di Negara China, seperti di Panti Kenjeran Surabaya. Bedanya, tembok ini asli Indonesia walaupun mirip dengan yang ada di China.

Ditembok ini dibangun monumen pahlawan H. Agus Salim. Perlu stamina yang kuat ketika kita menaiki tangga menuju Koto Gadang karena perjalanan akan terus mendaki tinggi. Pendakian yang terus meninggi akan terbayar dengan pemandangan alam yang indah di kanan kiri jalan.

The Great Wall Janjang Koto Gadang ini sudah berumur mencapai ratusan tahun. Banyak warga Bukittinggi dan sekitarnya yang memanfaatkan keberadaan tembok ini. Ada banyak riwayat yang menyebutkan asal usul dari pembuatan The Great Wall Janjang Koto Gadang ini. Hampir sama dengan Kotagede Yogyakarta, Koto gadang juga terkenal akan kerajinan peraknya.

Kelebihan The Great Wall Janjang Koto Gadang

Setiap obyek pariwisata pastinya mempunyai kelebihan yang ditonjolkan untuk menarik minat wisatawan. Keindahan panorama tembok merupakan daya tarik yang memikat wisatawan baik dari kota sekitar maupun dari luar daerah bahkan wisatawan asing. Sepanjang perjalanan menuju puncak dari Ngarai Sianok kita disuguhi dengan sawa-sawah menghampar dan tebing terjal untuk mencapai puncak koto gadang.

Perlu diketahui, sebelum menuju The Great Wall Janjang Koto Gadang kita harus melewati jembatan gantung yang umurnya sudah tua. Cukup memicu andrenalin, karena terlalu tuanya jembatan ini hanya bisa diseberangi maksimal 10 orang. Belum lagi untuk menaiki tangga ke Koto Gadang butuh kekuatan yang prima.

Bagi yang senang naik gunung, perjalanan menuju Koto gadang bisa dikatakan hampir mirip medan yang ditempuh seorang pendaki. Bedanya, The Great Wall asli Indonesia ini berupa tanjakan batu yang disusun menjadi tangga untuk mendaki.

Wisata petualangan yang mengasyikkan ini hanya ada di Bukittinggi. Tidak perlu jauh-jauh ke China, mampirlah terlebih dahulu di The Great Wall Janjang Koto Gadang. Ketika telah sampai puncak, pemandangan Ngarai Sianok dapat dengan jelas dilihat dengan sisi berbeda.

ARTIKEL MENARIK: Hosting Indonesia

Ada dua obyek wisata yang berdekatan dengan The Great Wall Janjang Koto Gadang, yaitu Taman Wisata Panorama dan Lobang Jepang. Ketika turun, Anda bisa melewati Lobang Jepang yang mencekam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *